Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, Ciri-Ciri, Kelemahan dan Kelebihannya

loading...
Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, Ciri-Ciri, Kelemahan dan Kelebihannya – jika dalam artikel sebelumnya kita membahas tentang Pengertian Sidang Paripurna, pada kesempatan kali ini klik pengertian akan membahas pula mengenai Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, Ciri-Ciri, Kelemahan dan Kelebihannya. Langsung saja kita simak sebagai berikut.



Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, Ciri-Ciri, Kelemahan dan Kelebihannya


Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer


Dalam KBBI (kamus besar bahasa Indonesia), parlemen merupakan badan yang terdiri atas wakil-wakil rakyat yang dipilih dan bertanggungjawab atas perundang-undangan dan pengendalian anggaran keuangan Negara; dewan perwakilan rakyat.

Klik Pengertian - Langsung saja pada inti pembahasan kita kali ini yaitu Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, Sistem Pemerintahan Parlementer yaitu sebuah sistem pemerintahan dimana tugas/wewenang pemerintahannya dipertanggungjawabkan oleh perdana mentri (pimpinan kabinet). Kabinet ini dibentuk sebagai cerminan kekuatan politik dalam badan legislatif yang mendukungnya.

Dalam Sistem Pemerintahan Parlementer ini, apabila kabinet telah melakukan penyelewengan terhadap berbagai aturan dan kebijakan yang telah disepakati bersama-sama dan tidak mampu mempertanggungjawabkan, maka parlemen bisa saja membubarkan kabinet melalui mosi tidaak percaya.

Pada Sistem Pemerintahan Parlementer mempunyai seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang memiliki tugas dan wewenang mengenai jalannya sebuah sistem pemerintahan. Dalam Sistem Pemerintahan Parlementer, yang menjadi simbol kepala Negara adalah seorang presiden. Dan yang menjadi kepala pemerintahan adalah seorang perdana menteri.


Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Parlementer


Diatas sudah kita jelaskan mengenai Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, lalu apakah ciri-ciri dari Sistem Pemerintahan Parlementer tersebut?langsung saja kita jabarkan sebagai berikut.

1.  Perdana menteri mempunyai hak perogratif (hak istimewa) dalam mengangkat dan memberhentikan para menteri-menteri yang baik itu memimpin suatu departemen dan non departemen.

2.  Legislatif memiliki kekuasaan dalam menjatuhkan kekuasaan eksekutif.

3.  Kekuasaan eksekutif memiliki dan bertanggung jawab kepada kekuasaan parlementer.

4.  Presiden sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.

5.  Dalam kekuasaan eksekutif oleh presiden ditunjuk oleh legislatif/parlemen. Sedangkan raja diseleksi menurut Undang-undang.

6.  Kabinet/Menteri-menteri beranggung jawab kepada kekuasaan legislatif.


Baca Juga Artikel : Pengertian Sidang Paripurna


Kelemahan dan Kelebihan Sistem Pemerintah Parlementer


Baik sudah kita jelaskan pula ciri-ciri dari Sistem Pemerintahan Parlementer, namun dari sistem tersebut apakah kelemahan serta kelebihannya?langsung saja kita ulas Kelebihan dan Kelemahan Sistem Pemerintah Parlementer sebagai berikut.

Kelemahan Sistem Pemerintahan Parlementer

1.  Parlemen menjadi sebuah tempat dalam kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Menurut dari pengalaman para anggota parlemen yang menjadi bekal dalam menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.

2.  Kedudukan badan eksekutif atau kabinet bergantung dari mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh parlemen.

3.  Kabinet/menteri-menteri dapat mengendalikan legislatif, jika sejumlah para anggota kabinet berasal dari partai mayoritas dalam parlemen, karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat menguasai parlemen.

4.  Dalam masa jabatan badan eksekutif atau kabinet tidak dapat ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu dapat dibubarkan oleh legislatif.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer

1.  Memiliki pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet/menteri-menteri sehingga kabinet menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.

2.  Dalam membuat kebijakan/keputusan dalam ditangani secara cepat karena adanya kemudahan penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena terdapat dalam satu partai atau koalisi partai.

3.  Pembuatan keputusan menggunakan waktu yang cepat.

4.  Dalam pertanggung jawaban terhadap pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik jelas.

Demikianlah Artikel mengenai Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, Ciri-Ciri, Kelemahan dan Kelebihannya, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai dunia politik di Indonesia.

0 Response to "Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer, Ciri-Ciri, Kelemahan dan Kelebihannya"

Posting Komentar

loading...